CARA BERPUASA SYAWAL

by Rani Yuanita

on Friday, September 10, 2010 at 7:53pm

1. puasa dilakukan 6 hari..

Abu Ayyub ra. berkata : Rosulullah Saw bersabda : “Siapa yang puasa bulan Romadhon kemudian diikutinya dengan enam hari Syawal maka bagaikan orang puasa sepanjang masa.” (Muslim)

2. lebih utama dikerjakan 1 hari setelah Ied..

Lebih utama jika puasa ini dilakukan segera setelah hari raya Idul Fitri, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda (Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab hal. 158)

3. lebih utama jika dikerjakan berurutan..

# An-Nawawi berkata : Para shahabat kami berkata : ‘Disunnahkan puasa enam hari bulan Syawal berdasarkan hadits ini’. Mereka juga berkata : ‘Dan juga disunnahkan berpuasa secara berurutan mulai awal Syawal. Namun jika dilakukan secara rambang, atau ditunda hingga akhir bulan, maka itu juga dibolehkan, dan orang yang melakukannya telah menjalankan sunnah sesuai dengan keumuman makna hadits dan kemutlakannya.

# Lebih utama jika puasa enam hari ini dilakukan berturut-turut, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, meskipun dibolehkan tidak berturut-turut (Lihat kitab asy Syarhul Mumti’ (3/100) dan Ahaadiitsush Shiyaam (hal. 158))

4. usahakan untuk menunaikan puasa qodho dulu.. karena puasa syawal adalah sunah sedangkan mengqodho puasa ramadhan adalah wajib sudah semestinya wajib didahulukan. Barangsiapa melakukan puasa enam hari bulan Syawwal sebelum mengqadha puasa Ramadhan yang tertinggal, maka dia tidak mendapatkan keutamaannya sebagaimana yang dijelaskan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yaitu sama dengan puasa setahun. Sebab dalam hadits Tsauban hal itu dijelaskan secara rinci, bahwa satu bulan sama dengan sepuluh bulan, dan puasa enam hari setelah berbuka melengkapi menjadi setahun. Sedangkan orang yang masih hutang puasa Ramadhan belum menyempurnakan puasa sebulan. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam Asy-Syarhul-Mumti’ (6/448) : “Kemudian, sesungguhnya yang menjadi sunnah adalah ia berpuasa enam hari setelah selesai mengqadha puasa Ramadhan, bukan sebelumnya. Jika ia masih mempunyai kewajiban qadla’ kemudian ia puasa enam hari sebelum menunaikan qadha tersebut, maka ia tidak mendapatkan pahala puasa (yang disebutkan dalam hadits).

(ada yang mau menambah dasar dalilnya?? tdk usah diperdebatkan nggeh hehe tapi kita lakukan yang terbaik yuuk) Allahu a’lam.. bishshawab.. selamat mengerjakan.. semoga amal-amal kita tidak berhenti di bulan ramadhan saja.. sehingga kita bisa benar2 menjadi kupu-kupu indah (pribadi baru yang lebih baik)..

salam generasi perbaikan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: