Hari ini Pak Rektor kereeennnn.. (Be a whole educator: datang duluan.. pulang belakangan.. )

By : Rani Yuanita

 

Selasa 31 Januari 2012 terlihat sekumpulan orang berlalu lalang di kampus UNY,  tepatnya mereka sedang menuju Ruang Sidang Utama Rektorat UNY. Pak Satpam yang berada di lobi rektorat langsung berteriak “KKT ya? Pindah di auditorium!!!” seketika itu pula orang-orang itu kembali mengambil motornya dan bergegas menuju auditorium. Suasana siang di auditorium UNY tampak ramai, pantas saja karena mahasiwa S1-KKT UNY harus berkumpul untuk kuliah umum dan HER registrasi seperti yang tertera di website UNY, walaupun tempat yang semula di Ruang Sidang Utama Rektorat berpindah di auditorium.

Sesampainya di auditorium, langsung terlihat kerumunan mahasiswa menutupi pintu masuk, maklum kurang lebih 350 mahasiswa harus antri untuk presensi baru kemudian mendapatkan almamater KKT (panitia menyebutnya jasket.. whatever-lah), map yang berisi surat-surat, dan snack. Selanjutnya, mereka masuk dan duduk sambil menunggu acara dimulai. Ternyata, sekitar jam 14.00 kegiatan ini baru dimulai karena harus menunggu kehadiran pejabat-pejabat UNY mulai dari Kaprodi, Kajur, Wakil Dekan I, Dekan, Wakil-wakil Rektor sampai Pak Rektor. Singkat cerita, setelah dibuka oleh panitia dan laporan oleh Wakil Rektor I, selanjutnya adalah kuliah umum yang disampaikan oleh Pak Rektor.

Pak Rektor menyampaikan kuliah umum siang itu dengan santai namun ‘petuah-petuah’ beliau sangat berisi dalam kemasan high class. Pertama, beliau menyampaikan tujuan KKT (Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan) bahwa KKT ini berupaya sebagai problem solver masalah yang ada di lapangan, adanya miss match dalam mengajar, guru yang kekurangan jam mengajar, dll sehingga lulusan KKT diharapkan mempunyai kompetensi double yang dapat bermanfaat ketika berada di dunia sekolah. Selanjutnya, beliau menyampaikan berbagai hal yang terkait dengan Profesionalisme Pendidik. Beliau juga bercerita tentang perjalanan around the world, dari Skandinavia, Jepang dan Amerika tak luput dari cerita Beliau.  Di Skandinavia misalnya, Beliau bercerita tentang kedudukan profesi guru yang menjadi Number One yaitu lebih tinggi dari profesi dokter (hmm begitu luar biasa bukan???). Peserta pun terkagum-kagum, ada yang bangga mungkin, tapi lebih tepat ketika kita bersyukur jika ditakdirkan menjadi Pendidik.

Kuliah umum yang disampaikan Pak Rektor tak lepas dari beberapa kalimat dan kata-kata dalam Bahasa Inggris (maklum jadi rektor khan harus fluent hehe). Lebih lanjut, beliau juga banyak berpesan untuk tidak takut dengan globalisasi (haduh PKn banget nih pikirku..) ternyata beliau menerjemahkan ‘Globalisasi’ bukan istilah ekonomi liberal tetapi dengan “Rahmatan lil ‘alamin” (debatable..maaf saya sedang tidak mau membahasnya ^^). Pak Rektor yang setahu saya punya background ‘agama’ pun tak lepas menggunakan “kalimah wal jumlah fil lughoh al arobiyah” <Hehe pernah dapet bahasa arab pas SMA :D>. Pak rektor menyinggung pula tentang kompetisi sebagai fastabiqul khairat, man jada wa jada, berpesan untuk menjaga akhlaqu karimah wal mahmudah, and must stay away from akhlaqul mazmumah. Jadi pendidik itu juga harus IT literate dan bisa bahasa Inggris (on going process khan teman2.. hopefully hehe), harus profesional melayani 24 jam, apalagi ketika masih newcomer harus lebih  respect, tawadhu’ (saudara kembarnya humble ^^), friendly, belajar memberi yang terbaik, dalam evaluasi harus fairness tetapi juga tetap fact based, tidak boleh conformist, tidak boleh convergent tapi harus divergen, harus emerging (siap diupdate dan meng-update anytime), pokoknya tidak boleh out of date, dan harus respect each others.

Last, but not least.. still remember.. walaupun ketika jadi guru kita punya hak otonom, tapi seharusnya kita tidak menuntut siswa untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang kita harapkan, biarkan mereka menjawab seperti apa yang mereka inginkan asal mereka bisa menjelaskan mengapa mereka menjawab seperti itu. Itu lebih bijak dan lebih mendidik. Kalau tugas dokter mayoritas menangani biological, tugas guru menangani mind dan hati. So.. bersiap-siaplah memanusiakan MANUSIA ^.~

 

#Some of all =  re-tell “Nasehat Pak Rektor”, but dg gaya dan bahasa sesuka hati ini..

 

1 Komentar »

  1. Zen Said:

    berarti kemarin2 gak keren dong? hehe


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: